DOA DI HARI KELAHIRAN

Alhamdulillah, hari ini tanggal 2 bulan 7 Tahun 2016 Masehi, bertepatan dengan tanggal 27 Ramdhan Tahun 1437 Hijriyah. Bagiku tanggal ini ada keistimewaan tersendiri yang tak terhingga, dimana Allah SWT telah menciptakan aku sebagai mhkluk yang tidak ada menjadi ada di dunia. Keistimewaan lain yang aku rasakan bahwa pada tahun ini tanggal 2 bulan 7 tahun 2016 bertepatan dengan tanggal 27 Ramadhan. Harapanku; Pertama, semoga tanggal 27 Ramadhan tahun ini, Allah menurunkan malam lailatul Qodar yang membahawa hikmah dan berkah dalam kehidupanku. Kedua. semoga angka 2 dan 7 bisa bergandengan dengan angka 27 dan 72 sebagai tahun kelahiranku membawa hikmah dan berkah dalam kehidupanku dan keluargaku. Amin Ya Rabbal Alamin.
Alangkah tolol dan ruginya jika moment ini tidak dijadikan kesempatan untuk bersyukur, beribadah dan berdoa kepada Sang Pencipta Allah SWT. Oleh karena itu, seraya aku memanjatkan di hadapan-Mu Ya Rabb: Pertama, Aku mengucapkan syukur Alhamdulillah atas segala ni’mat yang Allah berikan kepadaku dan keluargaku, sehinga aku masih diberi umur panjang dan bisa berkumpul dengan Usrotii, Ikhwan dan Akwat Muslimin Muslimat. Kedua, Aku berharap keapada-Mu Ya Rabb. Semoga dengan ni’mat umur panjang yang Allah berikan kepadaku mudah-mudahan aku diberi kesehatan dan sukses bisa menjalankan tugasku, baik tugasku antar makhluk dan kholiknya (beribadah) maupun tugas antar makhluk dengan makhluk. Ketiga. Seraya aku memohon doa kepada-Mu Ya Rabb, semoga Allah SWT mengabulkannya doaku ini:

Ya Allah, Panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ya Allah, kami memohon kepadaMu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rizqi, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati.

Ya Allah….
Alhamdulillahi, Aku seraya bersyukur.
Bertambah umurku dalam hitunganku.
Diambang batas hari ini.
Usiaku memasuki usia 44 tahun.
La Haola Wala Quwwata Illa Billah.

Ya Allah….
Hari ini seraya aku berdoa
Ampuni dosa dan kehilapanku
Mampukanlah aku melaksanakan tugasku
Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nastaiin
Diriku tak berdaya tanpa kekuatan-Mu

Semoga memberkahi usia kita.

Iklan

Serial Akhir Romadhan : PEMBERI HARAPAN PALSU, ORANG BISA TERTIPU

Pemberi Harapan Palsu (PHP) adalah orang yang memberikan harapan dengan janji-janji manisnya kepada orang lain, namun apa-apa yang diucapkan atau dijanjikannya itu tidak pernah terrealisasikan dalam menjalani kehidupannya. Dalam istilah agama PHP ini dikenal dengan sebutan orang yang ingkar janji.

            Terkait dengan masalah janji, Allah SWT telah telah memerhatikan dan memberi dorongan serta memerintahkan untuk menepatinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلاَ تَنْقُضُوا اْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….” (An-Nahl: 91)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُوْلاً

Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Isra`: 34)

Menepati janji adalah bagian dari iman. Barangsiapa yang tidak menjaga perjanjiannya maka tidak ada agama baginya. Maka seperti itu pula ingkar janji, termasuk tanda kemunafikan dan bukti atas adanya makar yang jelek serta rusaknya hati.

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ

Tanda-tanda munafik ada tiga; apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat.” (HR. Muslim, Kitabul Iman, Bab Khishalul Munafiq no. 107 dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Dengan dasar diatas, kita sebagai manusia harus berusaha mengaplikasikannya dalam menjalani roda kehidupan. Karena manusia sebagai makluk sosial tidak akan lepas dari hubungan, baik hubungan makhluk dengan kholik yang menciptakan kita, ataupun hubungan antar makhluk  dengan makhluk lainnya. Dalam hubungan itu pasti terjalin komunikasi dan janji yang kita ucapkan. Seorang itu bisa meraih predikat orang mulia, bila dalam hubungan dan pergaulannya bersama mereka salah satunya bisa menepati janjinya, sebaliknya jika seseorang bisa meraih predikat orang tercela, bila dalam hubungan dan pergaulannya bersama mereka salah satunya tidak bisa menepati janjinya atau dalam istilah trendnya menjadi orang PHP. (Naudzubillah Summa Naudzubillah)

Selanjutnya siapa sih PHP itu? Jawabannya tentu ada oknum PHP di setiap profesi manusia. Betapa banyak anak yang teripu oleh orang tua yang mudah mengobral janji kepada anaknya tapi tak pernah menunaikannya. Betapa banyak rakyat yang tertipu oleh calon pejabat yang dengan entengnya berjanji untuk mensejahterakan  rakyatnya. namun tak pernah menepatinya. Betapa banyak perempuan yang tertipu oleh para lelaki yang mudah mengobral janji manisnya kepada permpuan tapi tak pernah mengabulkannya. Dan betapa banyak orang yang tertipu oleh  orang yang berhutang namun menyelisihi janjinya. Bahkan meminta udzur pun tidak. Padahal, Rasulullah telah banyak memberikan teladan dalam hal ini termasuk larangan keras menciderai janji dengan orang-orang kafir.

Janji memang ringan diucapkan namun berat untuk ditunaikan. Oleh karena itu, di akhir romadhan ini mari kita bertafakur, berintrofeksi diri, serta berdo’a semoga kita tidak termasuk kepada golongan PHP (Pemberi Harapan Palsu), dan juga tidak termasuk kepada golongan orang yang mudah tertipu.

Akhirnya semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi motivator khusunya bagi penulis umumnya bagi pembaca untuk menata kehidupan yang lebih baik.

MEMAKNAI HARI KELAHIRAN

Dengan menyebut Asma-Mu Ya Allah, aku bersyukur kepada-MU Ya Allah.  Aku telah dikarunia berbagai ni’mat oleh-MU Ya Allah. Dengan berbagai ni’mat itulah aku tidak terasa umurku hari ini telah bertambah.

            Sebagai manusia biasa, aku sempat merenung akan segala karunia-Mu yang Allah berikan kepadaku . Dalam menjalani kehidupanku, aku sadar tidak lepas dari aktivitas yang benar dan salah. Oleh karena itu patut kiranya kita bertafakur dan besyukur ke Dzat Allah yang Maha Ghofur.

            Dengan goresan tulisan ini, ku ingin berbagi curahan hati, berbagi rasa serta sharing dalam memaknai hari kelahiran. Moga tulisan ini bias menjadi pecut atau pengingat khususnya bagiku, umumnya bagi pembaca yang sempat membacanya.

Ada beberapa hal yang bisa kita petik dalam memaknai hari kelahiran, diantaranya :

Pertama, bahwa hari kelahiran bisa kita gunakan sebagai muhasabah diri, evaluasi diri atau intropeksi diri,  sejauhmana kita dapat mereflesikan diri kita dalam merealisasikan TUPOKSI kita, baik sebagai hamba atau pun sebagai makhluk sosial. Sebagai hamba kita bisa muhasabah diri kita, apa tugas dan fungsi kita sebagai hamba ini bisa di jalankan apa belum, dan bagaimana intensitasnya? Hal ini perlu perenungan yang sangat serius terhadap diri kita sendiri. Begitu pula dalam jabatan kita sebagai makhluk sosial, kita bisa muhasabah diri. Apakah kita hidup diantara masyarakat bisa manfaat atau madharat bagi orang-orang diseliling kita. Salah satu keterangan mengatakan bahwa : “Sebaik-baik manusia adalah orang dapat memberi manfaat untuk manusia lainnya”.  Hal ini pun perlu perenungan yang mendalam terhadap aktivitas kita dalam kehidupan sehari hari.

            Kedua, bahwa hari kelahiran bisa dijadikan papan tolakan kita untuk lari dalam memperbaiki diri kita. Setelah kita muhasabah,mengevaluasi atau mengintropeksi diri kita, langkah selanjutnya kita bisa memperbaiki diri. Artinya bahwa jika hasil evader kita nilainya jelek tentu kita harus memperbaikinya dan meninggalkan yang jeleknya, atau jika hasilnya baik maka kita harus meningkatkannya kea rah yang lebih baik. Salah satu soluasinya kita gunakan teori manajemen dengan menjalankan POAC (Planing, Organizing, Actuiting,dan Controling) dalam menjalankan hidup kita ke depan.

            Ketiga, bahwa hari kelahiran bisa dijadikan pengingat untuk bersyukur ke Dzat  Yang Maha Ghofur. Setiap  makhluk tentu akan diberikan oleh Sang Kholiknya berbagai kenikmatan. Dengan nikmat yang telah diberikan, banyak orang yang terlena dan lupa akan Sang Pemberinya. Manusia yang paling baik adalah orang yang pintar bersyukur dan jika kita pintar bersyukur akan nikmat yang telah diberikannya, janji Allah akan menembahnya atas nimat-nimat itu  Sebagaimana firmanNya  dalam Al Qur’n Surat Ibrahim  ayat 7:

øŒÎ)ur šc©Œr’s? öNä3š/u‘ ûÈõs9 óOè?öx6x© öNä3¯Ry‰ƒÎ—V{ ( ûÈõs9ur ÷LänöxÿŸ2 ¨bÎ) ’Î1#x‹tã ӉƒÏ‰t±s9 ÇÐÈ

Artinya :

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema’lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menembah (ni’mat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku) , maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7).

            Kempat, Mari kita jadikan hari kelahiran sebagai sarana untuk berdo’a. Segala aktivitas yang kita jalankan tentu tidak lepas dari Ijin Allah. Oleh karena itu sebagai hambanya tentu harus memohon kepadaNya. Hal ini diperintah oleh Allah SWT, sebagaimana Firmannya dalam Al Qur’an Surat Al Baqorah ayat 186:

#sŒÎ)ur y7s9r’y™ “ÏŠ$t6Ïã ÓÍh_t㠒ÎoTÎ*sù ë=ƒÌs% ( Ü=‹Å_é& nouqôãyŠ Æí#¤$!$# #sŒÎ) Èb$tãyŠ ( (#qç6‹ÉftGó¡uŠù=sù ’Í< (#qãZÏB÷sã‹ø9ur ’Î1 öNßg¯=yès9 šcr߉ä©ötƒ ÇÊÑÏÈ

Artinya : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. Maka ketahuilah bahwa Aku adalah dekat dan Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a, apabila ia berdoa kepada-Ku. Karena itu, hendaklah memenuhi segala perintah-Ku. Dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (QS. Al Baqoroh : 186).

Moga tulisan ini dapat bermanfaat, khusus bagi penulis umumnya bagi pembaca. Dan sebelum mengahiri tulisan ini saya akan sajikan puisi sebagai berikut :

PERMOHONAN DI HARI KELAHIRAN

 

A ku berlindung kepada-Mu ya Rabb

B ismillahirrohmanirrohiim

D engan bersyukur kepada-Mu ya Allah

U murku telag bertambah

L impahan ni’mat-Mu telah kuterima

 

H ari ini hari kelahiranku

A ku memohon kepada-Mu ya Rabb

M elindungiku saat bahagia dan pilu

I ngin rasanya sehat dan sukses selalu

D alam menghadapi masa depanku

 

S emoga berkah dalam hidupku

INSTRUMENT MONITORING PELAKSANAAN ULANGAN/UJIAN

Foto0867Pelaksanaan ulangan atau ujian merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dilaksanakan dalam suatu lembaga pendidikan. Pelaksanaan Ulangan atau ujian di sekolah atau madrasah meliputi : 1) Ulangan Harian; 2) Ulangan Tengah Semester (UTS); 3) Ulangan Akhir Semester (UAS); 4) Ulangan Kenaikan Kelas; 5) Try Out; 6) Ujian Akhir Sekolah (UAS) atau Ujian Akhir Madrasah (UAM); 7) Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN); 8) Ujian Nasional (UN).
Pelaksanaan kegiatan ulangan atau ujian tersebut perlu dimonitoring supaya kegiatan tersebut berhasil sesuai dengan apa yang diharapkan. Untuk itu diperlukan instrument dalam memonitoring terhadap kegiatan tersebut. Sebagai contoh instrument tersebut kami sajikan untuk monitoring UTS, UAS, UKK, TO, UAM /UAMBN dan UN untuk Tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Bagi yang membutuhkan silahkan klik INTRUMEN MONITORING PELAKSANAAN UTS, UAS,UKK, TO, UAM, UAMBN, UN AH

Format Rapor Madrasah Ibtidaiyah Kurtilas

Buku Laporan Hasil Capaian Kompetensi Belajar Peserta Didik merupakan bagian penting dalam administrasi pendidikan, terutama dalam administrasi kelas. Hal ini karena buku rapor tersebut dapat mendeskripsikan hasil penilaian terhadap peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Untuk Tahun Pelajaran 2014/2015 format rapor didasarkan pada Struktur kurikulum yang berlaku pada Madrasah Ibtidaiyah (PMA No. 165 Tahun 2014) dan dengan memperhatikan Permendikbud No. 57, 58, 59, 60 dan 104 Tahun 2014.

Untuk sekedar pengetahuan dan mudah-mudahan ada manfaaftnya saya menyalin format buku rapor Madrasah Ibtidaiyah yang bersumber dari Edaran Kanwil  Kementerian Agama dengan nomor surat Kw.10.1/2/PP.01.1/7560/2014 tanggal 24 Nopember 2014.  Untuk melihat dan mengunduhnya  klik FORM RAPOR DARI KANWIL DEPAG

HUBUNGAN ANTARA INTEGRITAS KEPALA SEKOLAH DAN TRANSPARANSI MANAJERIAL DENGAN KINERJA GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

HUBUNGAN ANTARA INTEGRITAS KEPALA SEKOLAH
DAN TRANSPARANSI MANAJERIAL DENGAN KINERJA GURU
MADRASAH IBTIDAIYAH

Oleh :

ABDUL HAMID

ABSTRAK

Abdul Hamid, 2014 : Artikel ini berjudul Hubungan Antara Integritas Kepala Sekolah dan Tranparansi Manajerial dengan Kinerja Guru Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Kawali.
Keberhasilan suatu lembaga pendidikan tidak akan terlepas dari kualitas kinerja guru dalam melaksanakan tugas sebagai profesinya. Dalam operasionalisasinya, kinerja guru dapat dilaksanakan dengan menerapkan berbagai kompetensi dasar yang dimiliki guru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Supaya kualitas kinerja guru dapat terwujud sesuai yang diharapkan, maka diperlukan seorang kepala sekolah yang kompeten. Kompetensi diantaranya adalah kepala sekolah harus memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin dan memiliki transparansi dalam kemanajerialannya.
Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana hubungan antara integritas kepala sekolah dan keterbukaan manajerial dengan kinerja guru. Adapun tujuannnya adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara integritas kepala sekolah dan keterbukaan manajerial dengan kinerja guru. Objek penelitian ini adalah guru Madarasah Ibtidaiyah di Kecamatan Kawali dengan jumlah populasinya 89 guru. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis kuantitatif melalui teknik regresi dan korelasi. Hipotesis diuji dengan menggunakan perhitungan dari statistik dengan bantuan Program IBM SPSS (Statistical Product and Service Solution) Statitics versi 22.
Untuk pengumpulan data mengenai integritas kepala sekolah dan transparansi manajerial, serta kinerja guru melalui angket secara tertutup, skala yang digunakan dengan menggunakan skala likert atau berjenjang dengan jawaban selalu, sering, kadang-kadang, jarang dan tidak pernah.
Penelitian ini menginformasikan bahwa: pertama, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara integritas kepala sekolah dengan kinerja guru Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Kawali. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai korelasi r (R Squere) sebesar 0.544 merupakan indeks determinasi atau prosentase hubungan X1 dengan Y. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa besarnya hubungan integritas kepala sekolah memberikan kontribusi sebesar 54,4% terhadap kinerja guru, sedangkan sisanya 45,6 % dipengaruhi variabel lain; Kedua, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara transparansi manajerial dengan kinerja guru Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Kawali. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai korelasi r (R Squere) sebesar 0.427 merupakan indeks determinasi atau prosentase hubungan X2 dengan Y. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa besarnya hubungan keterbukaan manajerial memberikan kontribusi sebesar 42,7% terhadap kinerja guru, sedangkan sisanya 57,3% dipengaruhi faktor lain; Ketiga, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara integritas kepala sekolah dan keterbukaan manajerial dengan kinerja guru Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Kawali. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai korelasi r (R Squere) sebesar 0.612 merupakan indeks determinasi atau prosentase hubungan X1 dan X2 dengan Y. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa besarnya hubungan integritas kepala sekolah dan transparansi manajerial memberikan kontribusi sebesar 61,2% terhadap kinerja guru, sedangkan sisanya 38,8% dipengaruhi variabel lain.

Kata Kunci : Integritas Kepala Sekolah, Transparansi Manajerial, Kinerja Guru Baca lebih lanjut

KETERBUKAAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH

KETERBUKAAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH

Kawali-20140618-00039A. Pengertian Keterbukaan
Kata Keterbukaan berasal dari kata dasar “buka” yang mengandung arti jarak, antara dan lebar. Kemudian kata terbuka diberi awalan ter- menjadi kata “terbuka” yang mempunyai arti : (1) tidak sengaja dibuka; tidak tertutup; tersingkap; (2) tidak terbatas pada orang tertentu saja; tidak dirahasiahkan. Selanjutnya dari kata terbuka dibubuhi imbuhan ke-an menjadi kata “keterbukaan” yang mengandung arti hal terbuka; (perasaan teloransi dan terbuka hati merupakan landasan utama untuk berkomunikasi)1.
Istilah lain dari kata “terbuka” sinonimnya adalah kata “transparan” yang mengandung arti jernih; nyata; jelas; tidak terbatas pada orang tertentu saja; terbuka2. Dalam Wikipedia Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa transparansi memiliki beberapa makna yaitu 1) dalam dunia optic mengandung arti keadaan yang memungkinkan cahaya untuk menembusnya. Benda-benda yang memiliki keadaan ini disebu transparan; 2) transparansi secara politik mengandung arti keterbukaan dalam melakukan segala kegiatan organisasi.. dapat berupa keterbukaan informasi, komunikasi, bahkan dalam hal budgeting3. Oleh karena itu, keterbukaan atau transparansi mengacu pada tindakan yang memungkinkan suatu persoalan menjadi jelas, mudah dipahami, dan tidak disangsikan lagi kebenarannya.
Keterbukaan/Transparansi dibangun berdasarkan kebebasan untuk memperoleh informasi. Proses kelembagaan, dan informasi tersedia secara langsung terutama bagui pihak-pihak yang berkepentingan. Keterbukaan informasi publik telah di atur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor14 Tahun 2008 adalah sebagai berikut4 :
1) Bahwa Informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat , didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik ataupun non elektronik.
2) Informasi Publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggaraan dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan public lainnya yang sesuai dengan Undang-Undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan public.
3) Badan public adalah lembaga eksekutif, legislative dan badan lain yang fungsi dan tugas pokonya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Pendapatan dan Belanja Daerah atau organisasi non pemerintah sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri.

Adanya keterbukaan/transparansi tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan perkembangan teknologi dan komunikasi, sulit bahkan tidak mungkin untuk menepis dan mengendalikan setiap informasi yang masuk. Keterbukaan adalah keadaan yang memungkinkan ketersediaan informasi bagi masyarakat luas. Dengan demikian, leterbukaan atau transparansi adalah tindakan yang memungkinkan suatu persoalan menjadi jelas mudah dipahami dan tidak disangsikan lagi kebenarannya. keterbukan merupakan kondisi yang memungkinkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan bernegara.
Kaitannya dengan penyelenggaraan pendidikan, keterbukaan atau transparansi berarti kesediaan pemimpin lembaga pendidikan dalam hal ini kepala sekolah/madrasah untuk senantiasa memberikan informasi faktual mengenai berbagai hal yang berkenaan dengan proses penyelenggaraan pendidikan.
Istilah keterbukaan/transparansi dalam bentuk konteks pendidikan, sangatlah jelas yaitu kepolosan apa adanya, tidak bohong, jujur dan terbuka terhadap publik tentang apa yang dikerjakan oleh sekolah, dimana data yang dilaporkan sekolah mencermikan realitas yang sebenarnya dan setiap perubahan harus diungkapkan secara sebenarnya dan dengan segera kepada semua pihak yang terkait (stakeholders). Oleh karena itu, transparansi sekolah perlu ditingkatkan agar publik memahami situasi sekolah sehingga mempermudah publik untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan sekolah.
Dari gambaran penjelasan tentang konsep keterbukaan atau transparansi di atas dapat disimpulkan bahwa dimaksud dengan keterbukaan atau tranparansi adalah sifat yang dimiliki oleh perasaan teloransi dan keterbukaan hati seseorang yang diwujudkan dengan sikap jujur, rendah hati, adil, serta mau menerima pendapat dan kritik dari orang lain dalam melaksanakan kegiatannya dan tidak menutupi apa yang dikerjakannya sehingga menjadi jelas mudah dipahami dan tidak disangsikan lagi kebenarannya.

B. Pengertian Manajerial Kepala Sekolah
Kata manajerial erat kaitannya dengan kata manajer. Kata “manajer” dalam Kamus besar bahasa Indonesia mengandung arti: (1) orang yang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama diantara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran; (2) orang yang berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu5.
Menurut Baharuddin dan Umiarso bahwa yang dimaksud dengan manajer adalah orang yang memilki tanggung jawab untuk mengatur pekerjaan atau kegiatan diantara berbagai kelompok atau sejumlah orang dan juga mengendalikannya untuk mencapai tujuan organisasi6 . Istilah “manajerial” dideskripsikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa manajerial adalah segala hal yang berhubungan dengan manajer yaitu keterampilan yang tinggi seorang manajer yang diperlukan bagi seorang pemimpin7 .
Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin perlu memulai dengan tujuan dalam pikiran. Artinya, perlu memulai dengan pemahaman yang jelas tentang tujuan manajemen sekolah dan mengetahui apa yang harus dikerjakan serta dapat mencapai tujuan yang jelas8. Selanjutnya kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin perlu juga berpikir system (systems thinking) yang oleh Senge dikutif oleh Ruhiat dideskripsikan sebagai suatu discipline for seeing wholes (disiplin untuk melihat keseluruhan), yaitu suatu framework (kerangka acuan) untuk melihat keinterelasian dari pada elemen-elemennya, melihat pola perubahan dari pada snapshots (jepretan foto) yang statis. Berpikir sistem dibutuhkan karena kepala sekolah sering dihadapkan pada kompleksitas9.
Kedua peran kepala sekolah (sebagai manajer dan pemimpin) tersebut dalam pelaksanaanya selalu menyatu dan melekat pada diri kepala sekolah. Hal ini sejalan dengan pendapat Sergiovanni dan Starratt mengemukakan bahwa10 : ‘Sometimes leadership and management talent reside in the same person; at other times those talents are found in the different people. Leadership alone will not get the job done; there must be someone to administer schedules, complete reports, manage budgets and resources’. (Kadang-kadang kepemimpinan dan bakat manajemen berada pada orang yang sama; pada waktu lain bakat-bakat yang ditemukan pada orang-orang yang berbeda. Kepemimpinan saja tidak akan mendapatkan pekerjaan yang dilakukan; harus ada seseorang untuk mengelola jadwal, laporan lengkap, mengelola anggaran dan sumber daya).
Perhatian kepala sekolah sebagai seorang manajer dalam kemanajerialannya tertuju pada pemeliharaan struktur, prosedur dan tujuan yang berlaku. Oleh karena itu seorang kepala sekolah sebagai manajer dapat dilihat sebagai kekuatan stabilisasi. Sedangkan kepala sekolah sebagai pemimpin, sebaliknya, dapat dilihat sebagai orang yang melakukan perubahan11.
Di samping itu kepala sekolah dalam menjalankan kemanajeriannya harus memiliki dan memahami tentang kompetensi manajerial. Kompetensi manajerial tersebut tercantum dalam pemendiknas No 13 tahun bahwa kompetensi manajerial adalah kemampuan dan pemahaman kepala sekolah dalam hal pengelolaan sekolah, yang terdiri atas: (1) Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan; (2) Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan kebutuhan; (3) Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/madrasah secara optimal; (4) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif; (5) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik; (6) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal; (7) Mengelola sarana dan prasarana sekolah/ madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal; (8) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/madrasah; (9) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik; (10) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional; (11) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien; (12) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah; (13) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah; (14) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan; (15) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah; (16) Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya12 .
Keenam belas sub kompetensi tesebut itu semua terkait dengan kemampuan kepala sekolah sebagai manajer dalam melaksanakan tugas dan fungsi kemanajerialannya.
Dari gambaran penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan manajerial kepala sekolah adalah proses pengeloaan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam mengatur pekerjaan atau kegiatan yang ada di sekolah dan mengendalikannya untuk mencapai tujuan pendidikan disekolah tersebut.

C. Keterbukaan Manajerial Kepala Sekolah
Kepala sekolah merupakan pemimipin dari organisasi pendidikan. Kepala sekolah yang baik adalah seseorang yang peka terhadap kebutuhan kelompoknya. Hal ini dijelaskan oleh Harl R.Douglass. Rudyard K. Bent dan Charles W. Boardman bahwa leadership does not exist separate from a group. Neither does an effective group exist without leadership. By itself , without unity of purpose and coordination of effort, a group is only a collection of people. An educational leader is person who is sensitive to the needs of group and helps it to establish goals, plan a project, and develop effective procedures13 . (Kepemimpinan tidak bisa terpisah dari kelompok. Juga tidak ada kelompok yang efektif tanpa kepemimpinan. Dengan sendirinya, tanpa kesatuan tujuan dan koordinasi usaha, kelompok ini hanya kumpulan orang-orang. Seorang pemimpin pendidikan adalah orang yang peka terhadap kebutuhan kelompok dan membantu untuk menetapkan tujuan, merencanakan suatu proyek, dan mengembangkan prosedur yang efektif).
Salah satu hal yang penting yang dibutuhkan oleh sumber daya pendidikan di sekolah adalah keterbukaan manajerial kepala sekolah. Dari gambaran penjelasan tentang konsep keterbukaan dan konsep manajerial kepala sekolah di atas, dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan keterbukaan manajerialan kepala sekolah/madrasah dalam penelitian ini adalah sifat yang dimiliki oleh perasaan teloransi dan keterbukaan hati kepala sekolah/madrasah yang diwujudkan dengan sikap jujur, rendah hati, adil, serta mau menerima pendapat dan kritik dari orang lain dalam melaksanakan kemanajerialan di sekolah/madrasah dan tidak menutupi apa yang dikerjakannya sehingga menjadi jelas mudah dipahami dan tidak disangsikan lagi kebenarannya
Dalam menjalankan tugas manajerial kepala sekolah dituntut memiliki kompetensi kepribadian, kompetensi ini menuntut kepala sekolah memiliki14 : 1) integritas kpribadian yang kuat, yang dalam hal ini ditandai dengan konsisten dalam berpikir, berkomitmen, tegas, disiplin dalam melaksanakan tugas; 2) memiliki keinginan yang kuat dalam mengembangkan diri sebagai kepala sekolah, dalam hal ini meliputi memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap kebijakan, teori, praktik baru, mampu secara mandiri mengembangkan diri sebagai upaya pemenuhan rasa ingin tahu; 3) bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas, meliputi berkecenderungan selalu ingin menginformasikan secara transparan dan proporsional kepada orang lain mengenai rencana, proses pelaksanaan dan efektifitas program; 4) mampu mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan; 5) memilki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin.
Keterbukaan/transparansi manajerial sangat diperlukan dalam menungkatkan dukungan guru, orang tua, masyarakat dan pemerintah dalam penyelenggaraan seluruh program pendidikan di sekolah. Transparansi ditujukkan untuk membangun kepercayaan dan keyakinan kepada sekolahm/madrasah bahwa sekolah/madrasah adalah organisasi pelayanan pendidikan yang bersih dan berwibawa, bersih dalam arti tidak KKN dan berwibawa dalam arti professional.
Prinsip keterbukaan/transparansi menciptakan kepercayaan timbal-balik antara pemerintah dan masyarakat melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan di dalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai. Oleh karena itu Kepala sekolah/madrasah perlu mendayagunakan sebagai jalur komunikasi seperti melalui brosur, leaflet, pengunguman melalui koran, radio serta televise lokal. Sekolah perlu menyiapkan kebijakan yang jelas tentang cara mendapatkan informasi. Kebijakan ini memperjelas bentuk informasi yang dapat diakses masyarakat atau bentuk informasi yang bersifat rahasia, bagaimana cara mendapatkan informasi, lama waktu mendapatkan informasi serta prosedur pengaduan apabila informasi tidak sampai kepada masyarkat.
Berbagai teori kepemimpinan menganjurkan bahwa untuk menjadi pemimpin yang hebat dibutuhkan persyaratan-persyaratan yang rumit. Akan tetapi ada hal mendasar yang ada pada semua teori itu, yakni barometer keberhasilan yang sebenarnya adalah keterbukaan/transparansi. Tidak dapat dipisahkan antara pemimpin yang transparan dengan orang yang transparan, karena orang-orang yang menjalani hidupnya secara terbuka dan jujur akan melakukan hal yang sama ketika menjalankan kepemimpinannya.

D. Ciri-ciri Keterbukaan Manajerial Kepala Sekolah
Pada dasarnya kepala sekolah merupakan seorang pemimpin pada sebuah organisasi pendidikan. Dalam kontek organisasi dikenal dengan istilah organisasi dengan sistem terbuka. Organisasi dengan system terbuka adalah oraganisasi yang memiliki tingkat interaksi tinggi dengan lingkungan luar. Organisasi dengan sistem ini cenderung interaktif dan dinamis dalam menanggapi setiap bentuk perubahan yang terjadi. Konsep yang dianut oleh sistem organisasi seperti ini cenderung mengedepankan kebersamaan dan memilki kepedulian tinggi pada lingkungan, baik lingkungan internal maupun lingkungan ekternal15 .
Keterbukaan ada kaitannya dengan komunikasi antar pribadi. Untuk mewujudkan kualitas keterbukaan dari komunikasi antar pribadi, diantaranya ada dua aspek yaitu16: 1) aspek keinginan untuk terbuka bagi setiap orang yang berinteraksi dengan orang lain; 2) aspek keinginan untuk menanggapi secara jujur semua stimuli yang datang kepadanya.
Menurut Budi Suhardiman bahwa ciri-ciri kepala sekolah yang bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi, sebagai berikut 17: 1) kecenderungan untuk selalu menginformasikan secara transparan dan proporsional, dan keefektifan, kelebihan dan kekurangan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi.; 2) terbuka atas saran dan kritik yang disampaikan oleh atasan, teman sejawat, bawahan, dan pihak lain atas pelaksanaan tugas poko dan fungsi.
Kaitannya dengan pemimpin yang terbuka/transparan Jatisusetyono mengemukakan bahwa sebagai pemimpin yang transparan, kepala sekolah harus memiliki tugas penting, diantaranya18: (1) kepala sekolah yang transparan harus menumbuhkan integritas; (2) kepala sekolah yang transparan harus bersedia mendengarkan; (3) kepala sekolah yang transparan menjunjung tinggi prinsip utama transparansi; (4) kepala sekolah yang transparan belajar dari kegagalan (atau keberhasilan) orang lain; (5) kepala sekolah yang transparan bersedia menjadi mentor.

DAFTAR FOOT NOTE.
1. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Balai Pustaka. Jakarta, 2007), hal. 171.
2. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Ibid., hal. 1209.
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Transparansi diunduh tgl 03/05/2014 jam 20:03.
4. Kumpulan Peraturan tentang Keterbukaan Informasi Publik, (Jakarta: Lazuardi Buku Utama, 2013), hal. 2-3.
5. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Op. Cit., hal. 709.
6. Baharudin dan Umiarso, Kepemimpinan Pendidikan Islam antara Teori dan Praktek, (Jogjakarta: Ar- Ruzz Media, 2012), hal.. 173.
7. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Op. Cit., hal. 709.
8. Rohiat, Manajemen sekolah; Teori Dasar dan Praktek, (Bandung: PT Refika Aditama, 2010), hal. 31.
9. Rohiat, Ibid. hal 31.
10. Sergiovanni, Thomas J. dan Robert J. Starratt, Supervision a Redefinition, (New York: McGraw-Hill, Inc, 1993), hal. 190.
11. Rohiat, Op. Cit. hal 34.
12. Depdiknas. Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/madrasah. Jakarta, hal. 4.
13. Harl R.Douglass. Rudyard K. Bent dan Charles W. Boardman, Democratic Supervision In Secondary School, (Boston: The Riverside Press Cambridge, 1961), hal. 11.
14. Djaswidi Al Hamdani, Administrasi Pendidikan; Administrasi pendidikan dari Perspektif Pendidik, (Bandung, Media Cendekia Publisher, 2014), hal. 132.
15. Irham Fahmi, Manajemen Kepemimpinan Teori dan Aplikasi, (Bandung: Alfabeta, 2012), hal. 159.
16. Abdullah Munir, Menjadi Kepala Sekolah Efektif, (Jakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), hal. 58.
17. Budi Suhardiman, Studi Pengembangan Kepala Sekolah, Rineka Cipta. Jakarta, 2012, hal. 111.
18. http://jatisusetyono.wordpress.com/2011/01/16/pentingnya-integritas-dan-keterbukaan-dalam-kepemimpinan-kepala-sekolah/ jam 22.05 tgl 16-02-2014

abdulhamid72blog

Hidup itu Perlu Perjuangan