HEAVEN AND HELL (HAH)

Foto hahTulisan yang berjudul Heaven And Hell (HAH) terinfirasi ketika penulis mengenal seseorang dalam suatu kegiatan. Dari sekian banyak obrolan yang penulis simak, ternyata banyak pelajaran-pelajaran yang perlu diambil oleh manusia sebagai makluk Allah SWT  yang diberi tugas beribadah kepada-Nya (QS. ad-Dzariyat : 56). Salah satu dari obrolan tersebut berkaitan dengan  Heaven And Hell (HAH).

Menurut Kamus Bahasa Inggris 1 bahwa  Heaven And Hell (HAH) mengandung arti surga dan neraka. Surga dan neraka ini merupakan makhluq Allah yang Allah ciptakan untuk kehidupan di akherat nanti. Kita sebagai orang mukmin wajib mempercayainya akan adanya surga dan neraka, karena Keimanan pada kebenaran ini adalah bagian dari keimanan pada Allah. Tidaklah benar iman seseorang yang beriman kepada Allah, tetapi ia mengingkari surga dan neraka. Surga dan neraka adalah salah satu alam gaib Allah, sebagaimana halnya malaikat, hari akhir, dan cara perhitungan amal.

Allah memberitahukan kepada kita bahwa Dia mempunyai hamba-hamba yang akan masuk surga dan yang akan masuk neraka. Allah memberikan kabar gembira kepada orang-orang beriman dengan surga dan kenikmatannya, sama seperti halnya Dia menakut-nakuti hamba-hamba yang kafir dengan neraka dan siksaan di dalamnya. 

Permasalahan yang penulis angkat dalam tulisan ini adalah Siapa yang akan menjadi penghuni suga dan dan siapa pula yang akan menjadi penghuni neraka? Untuk menjawab permasalahan tersebut, tentunya banyak jawaban yang mungkin berbeda-beda tergantung dari sisi mana mereka memandang. Salah satunya penulis ingin menjawab permasalahan tersebut dari aspek eksistensi manusia dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai makhluk yang diciptakan Allah SWT.

Dalam pandangan Islam bahwa manusia itu tergolong kepada empat golongan yaitu :2

  1. Mu’min mukhlis, yaitu manusia yang hatinya selalu beriman kepada hal yang harus diimaninya, kemudian anggota tubuhnya selalu melaksanakan apa yang diperintahkan oleh agama dan menjauhi apa yang dilaran oleh agama (taqwa). Orang seperti ini akan dimasukan kedalam surga (heaven). Hal ini sesuai dengan janji Allah dalam al Qur`an salah satunya dalam surat Az Zumar : 73-74).
  2. Mu’min fasiq, yaitu manusia yang hatinya beriman kepada apa yang harus dimaninya, kemudian anggota tubuhnya suka melaksanakan apa  yang diperintahkan agama dan suka pula melanggar apa yang dilarang oleh agama. Mu’min fasiq ini apabila sebelum meninggal dunia dia sempat melakukan taubat, maka termasuk kepada mumin mukhlis, tapi jika sebelum meninggal dunia dia tidak sempat bertaubat, itu semua tergantung Allah SWT, ada yang diampuni oleh Allah dengan rahman rahim-Nya, dan ada pula yang disiksa dipengadilan Allah (hell) yang kemudian diamsukan ke surge (heaven).
  3. Kafir, yaitu manusia yang hatinya tidak beriman kepada rukun iman dan rukun Islam, kemudian anggota tubuhnya pun tidak pernah melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh agama. Manusia seperti ini akan dimasukan kedalam neraka (Hell) dan akan kekal didalamnya. Hal ini sesuai dengan janji Allah SWT yang salah satunya di jelaskan dalam al Qur`an surat az Zumar ayat 71).
  4. Munafiq, yaitu manusia yang hatinya tidak beriman kepada rukun iman dan rukun Islam, kemudian anggota tubuhnya kadang-kadang melakukan sebagian Rukun Islam. Manusia seperti ini akan dimasukan kedalam neraka (hell) dengan kekal didalamnya sesuai dengan ancaman Allah dalam al Qur`an.

Keempat golongan diatas memberikan gambaran  kepada kita bahwa kita dapat muhasabah atas diri kita sendiri, dimana letak eksistensi diri kita ini. Jika sudah ada jawaban pada diri kita, tentu kita harus melakukan inovasi dengan tujuan supaya kelak menjadi penghuni surga (heaven) yang kekal dan abadi dan tidak menjadi penghuni neraka (hell).

Allah SWT telah memberikan penjelasan melalui Hadits Qudsinya yang artinya : 3

“Hai Anak Adam, lakukanlah kebaikan karena sesungguhnya kebaikan itu kuncinya surga yang dapat memasukanmu ke dalam surga, dan takutlah kamu dengan kejelekan, karena kejelekan itu kuncinya neraka yang dapat memasukanmu ke dalam neraka”.

Foot Noot :

1 John M Echols dan Hasan Shadili, Kamus Inggris Indonesia, Gramedia, Jakarta

2 Muhammad Amin. R.H,  Khutbah Jum’at, CV. Diponegoro, Bandung, Tahun 2007, hal. 188

3 Ibid. hal. 51

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

abdulhamid72blog

Hidup itu Perlu Perjuangan

%d blogger menyukai ini: