B. Arab : Alamat Fi’il, Murob dan Mabni

MAKALAH BAHASA ARAB : ALAMAT FI’IL, MURROB DAN MABNI

BAB I

PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang  Masalah

Dalam Bahasa Arab tentu kita mengenal dengan علامة الفعل, المعراب والمبنى. Ketiga hal tersebut sangat penting untuk dipelajari dan dipahami, sebab tanpa memahami hal tersebut, tentunya kurang sempurna dalam mempelajari Bahasa Arab sehingga akan mempengaruhi terhadap kedudukan kalimah, bacaan maupun makna.

علامة الفعل adalah suatu ciri-ciri yang dimiliki oleh fiil, baik itu fill madi, fiil modori, maupun fiil amar. Hal ini penting dipelajari untuk bisa membedakan antara isim, fiil dan haraf.

المعراب والمبنى merupakan bagian yang penting dalam bahasa arab yang membahas tentang harkat dalam sebuah akhir kalimah baik isim, fiil maupun haraf.  Sebuah akhir kalimah itu bisa dibaca rofa’, nasab, khopad  ataupun Jazm, itu semua tergantung kepada apa termasuk kalimah mu’rob atau kalimah mabni dan juga tergantung pula kepada kedudukan kalimah tersebut.

Untuk lebih rincinya pembahasan ketiga maslah tersebut, penulis mencoba ingin membahasnya dengan memunculkan beberapa permaslahan yang dituliskan dalam rumusan maslah.

B.       Rumusan Masalah,

Permaslahan yang muncul dari judul makalah ini tentunya banyak sekali, namun penulis membatasinya dengan terfokus pada permasalahan berikut ini :

  1. Apa yang disebut dengan fiil dan bagaimana ciri-cirinya ?
  2. Bagaimana kalimah yang Mu’rob ?
  3. Bagaimana kalimah yang Mabni ?

C.       Sistimatika Pembahasan

Untuk menjawab permasalahan yang tertulis dalam rumusan masalah diatas, penulis mencoba untuk membahasnya dengan diawali pada pembahasan yang singkat tentang fiil dan ciri-cirinya, kalimah mu’rob dan kalimah mabni.  Tujuan pembahasan masalah ini dimaksudkan agar ada gambaran keterkaitan antara fiil dan ciri-cirinya. Pembahasan selanjutnya berkenaan dengan kalimah mu’rob dan kalimah mabni.

BAB II

علامة الفعل

CIRI-CIRI FI’IL

Dalam kitab Jurmiyah dikatakan bahwa ciri-ciri fi’il itu adalah :

والفعل يعرف بقد والسين والسوف وتاءالتأنيث الساكنة

Dalam kitab Al Fiyah dijelaskan bahwa ciri-ciri fi’il  itu adalah :

بتافعلت واتت وياافعلى              ونون اقبلن فعل ينجلى

سواهما الحرف كهل وفى ولم    فعل مضارع يلى لم كيشم

وماضى الافعال بالتامز وسم    بالنون فعل الامر ان امرفهم

والامر ان لم يك للنون محل     فيه هواسم نحو صه وحيهل

Fi’il atau kata kerja adalah kata yang menunjukkan pekerjaan. Dalam bahasa Arab kata kerja memiliki keterkaitan waktu. Kata kerja lampau disebut fi’il madhi, kata kerja sekarang dan yang akan datang disebut fi’il mudharik. Fi’il itu dapat diketahui dengan adanya ciri-ciri sebagai berikut :

1. Adanya Kod :  contoh :

لقد خلقنا الانسان فى احسن تقويم

Sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS. At  Tin : 4).

2. Adanya Shin, contoh :

سيذكر من يخشى

Dan niscaya kelak dia akan mendapatkan kesenangan (yang sempurna). (QS. Al Lail:21).

. سيقول السفهاء من الناس ماولهم عن قبلتهم التى كانواعليها ،

“Orang-orang yang kurang akal diantara manusia akan berkata : “apakah yang memalingkan mereka (Muslim) dari kiblat yang dahulu mereka (berkiblat ) kepadanya?”. (QS. Al Baqoroh : 142)

3. Adanya Saopa, contoh :

كلا سوف تعلمون ، ثم كلا سوف تعلمون ،

“Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan menegetahui (akibat perbuatanmu itu), kemudian sekali-kali tidak ! Kelak kamu akan menegetahui”. (QS. At Takatsur  : 3-4).

ولسوف يرضى

Dan niscaya kelak dia akan mendapatkan kesenangan (yang sempurna). (QS. Al Lail : 21).

4. Adanya dhomir marfu’, contoh :

نَصَرْتَ  نصرتِ  نصرتما  نصرتم  نصرتُنَّ نصرتُ  نصرنا

صراط الذين انعمتَ عليهم ،

(Yaitu) jalan orang-orang yang Engkau telah beri nikmat kepadanya; (QS. Al Fatihah : 7).

5. Adanya Ta’tanis yang sukun, Contoh :

نَصَرَتْ , ضربتْ , عَلِمَتْ  

فاما من ثقلتْ موا زينه

Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan) nya. (QS. Al Qori’ah : 6).

6. Adanya Ya muannats mukhotobah, seperti :

اُفْعُلِى  ,  اُنصرى 

فادخلي في عبادي  ،  وادخلي جنتي

Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam Sorga-Ku. (QS. Al Fajr : 29,30).

لتفعُلى   لتنصُرى

7.  Nun taukid tsaqilah atau khofifah, seperti :

اُنصرَنْ  انصرُن  انصرِن 

انصرَنَّ  انصرانِّ  انصرُنَّ 

لتنصُرَنْ  لتنصرُنْ  لتنصرِن , لتنصرَنَّ  لتنصرانِّ  لتنصرُنَّ

ثم لتسئلنَّ يومئد عنالنعيم

Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenimatan (yang megah di dunia itu). (QS. At Taktsur : 8).

Macam-macam Fi’il (Kata Kerja

Dalam kitab Jurmiyah dikatakan bahwa :

الأفعالُ ثلاثة: ماضٍ ، ومُضارعٌ، وأمر، نحو: ضَرَبَ ، ويَضرِبُ ، واضرِبْ.
فالماضي مفتوحُ الآخر أبدا،والأمر مجزومٌ أبدا،والمضارع ما كان في أوله إحدى الزوائدِ الأربعِ التي يجمَعُهَا قولُك: أنَيتُ، وهو مرفوعٌ أبدا، حتى يدخُلَ عليه ناصِبٌ أو جازِم، فالنَّواصبُ عَشَرَة، وهي: أَنْ، ولَنْ، وإذنْ، وكَيْ، ولام كي، ولام الجُحُود، وحتى ، والجوابُ بالفاء والواو وأو.
والجوازِمُ ثمانيةَ عَشَر، وهي: لَمْ، لَمَّا، ألَمْ، ألَمَّا،ولام الأمر والدعاء،ولا في النَّهيِ والدعاء، واِنْ ، وما، ومَنْ، ومهما، واِذْما، وأَيُّ، ومتى، وأَيَّانَ، وأينَ، وأَنَّى ، وحَيثُمَا، وكيفما، وإذا في الشِّعر خاصة.

Fi’il atau kata kerja itu ada 3 (tiga) macam yaitu:

1. Fi’il Madi ( فعل ماض ) bentuk masa lampau

Yang disebut dengan fi’il madi adalah :

مادل على حدث مضى وانقضى

Kata yang menunjukan kepada suatu pekerjaan dilakukan pada masa lalu dan telah selesai dikerjakan,  contoh :

ختم الله على قلوبهم وعلى سمعهم

“Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka,” (QS. Al Baqoroh : 7).

2. Fi’il Mudharik ( مضارع  فعل )  bentuk sekarang dan masa datang

Yang disebut dengan fi’il modori adalah :

مادل على حدث يحتمل الحال والاستقبال

Kata yang menunjukan kepada suatu pekerjaan yang sedang dilakukan dan menunjukan waktu yang akan datang, contoh :

اياك نعبد واياك نستعين

“Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan.” (QS. Al Fatihah : 5).

3. Fi’il Amar  ( فعل امر  )  kata perintah.

Yang disebut dengan fi’il amar adalah :

مادل على حدث فى المستقبل ودلالته على الطلب

Kata yang menunjukan kepada suatu pekerjaan yang akan dilakukan pada masa depan  dan kata itu mengandung suatu permintaan untuk dikerjakan, contoh:

قال يادم انبئهم باسماىئهم

“Wahai Anak Adam, Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu !.” (QS. Al Baqoroh : 33).

واقيمواالصلوة واتواالزكوة واركعوا مع الراكعين .

Dan laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk”. (QS. Al Baqoroh : 43).

Fi’il madhi selalu fathah akhirnya. Fi’il amar selalu jazam akhirnya. Sedang fi’il mudharik yaitu fi’il yang diawali dengan salah satu huruf yang empat yang terkumpul dalam kata “أنَيتُ” yaitu hamzah, nun, ya’, ta’. Fi’il mudharik selalu rafa’ akhirnya kecuali apabila kemasukan amil nashab atau jazam. Amil-amil yang menashabkan fi’il mudharik ada 10 (sepuluh) yaitu :

 ولام كي، ولام الجُحُود، وحتى ، والجوابُ بالفاء والواو وأو أَنْ، ولَنْ، وإذنْ، وكَيْ،

Sedang amil yang menjazamkan fi’il mudharik ada 18 (delapan belas) yaitu  :

: لَمْ، لَمَّا، ألَمْ، ألَمَّا،ولام الأمر والدعاء،ولا في النَّهيِ والدعاء،

واِنْ ، وما، ومَنْ، ومهما، واِذْما، وأَيُّ، ومتى، وأَيَّانَ، وأينَ، وأَنَّى ، وحَيثُمَا، وكيفما، وإذا

في الشِّعر خاصة.

المعراب والمبنى

A.     MU’ROB  (المعراب)

1.      Pengertian Mu’rob

  1. الازاله   = menghilangkan
  2. الابانه   = menjelaskan, seperti  :    لثيب تعرب عن نفسها     = janda itu menjelaskan pada dirinya.
  3. حسن   = baik, seperti : جارية عروب    = isteri perawan itu baik
  4. الانتقال  = pindah, seperti :   اعربت الابل عن مكا نها   = sudah pindah unta itu dari tempatnya.
  5. التغيير  artinya berubah, seperti :  اعربت معدة الرجل    = sudah berubah perutnya seorang lelaki
  6. المعرفة  artinya menegetahui, seperti :       اعرب الرجل اشيئا = sudah mengetahui seorang laki-laki terhadap berbagai macam hal.

    Mu’rob secara istilah dapat dilihat dari berbagai pandangan, diantaranya : Menurut pandangan ahli qiroat bahwa murob adalah  فصاحة اللسان Menurut ahli m’ani bahwa mu’rob adalah      البلاغةMenururt ahli Nahwu dalam hal ini menurut Imam Ibnu Malik bahwa mu’rob adalah    مالا يُشبه الحرف  = taat pada yang menyerupai haraf. Menurut Syeh Sonhaji bahwa mu’rob adalah :

    اخلة عليها لفظا او تقديرا    تغيير اواخرالكلم لاختلاف العوامل الد

    Perlu diketahui, bahwa akhir setiap kalimat itu pada dasarnya harus mu’rob, yaitu bisa berubah dari fatah kepada kasroh atau dhomah tergantung kepada amilnya, seperti lafazh :   هذاالقلمُ,  رأيت القلمَ,  وكتبت بالقلمِ,

2.      Pembagian I’rob

Dalam kitab Jurmiyah dikatakan bahwa :

واقسامه اربعة رفع ونصب وخفض وجزم,

I’rob itu terdiri dari empat macam yaitu rafa’, nasab, Khofad, dan Jazm. Perlu diketahui bahwa keempat alamat tersebut mempunyai tanda asli dan tanda pengganti, yaitu sebagai berikut :

  1. I’rob rofa, tanda asalnya dengan dhomah penggantinya wawu, alif, nun.
  2. I’rob nasab, tanda asalnya dengan fatah, penggantinya dengan : alif, kasroh, ya dan membuang nun alamat rofa.
  3. I’rob khofad, tanda asalnya kasroh, penggantinya ya dan fatah.
  4. I’rob jazm, tanda asalnya sukun, penggantinya dengan membuang huruf ‘ilat atau membuang nun alamat rofa.

3.      I’rob dalam Kalimah Isim dan Fi’il.

Dalam kitab Jurmiyah dikatakan :

فللأسماء من ذلك الرفع والنصب والخفض والجزم ولاجزم فيها,

وللأفعال من ذلك الرفع والنصب والجزم ولاخفض فيها,

Dalam kitab alfiyah disebutkan :

والرفع والنصب اجعلن اعرابا      لاسم وفعل نحو لن اهابا

والاسم قد خصص بالجر كما       قد خصص الفعل بان ينجزما

  1. I’rob pada Kalimah Isim.

Irob pada kalimah isim adalah rafa’( ُ  ), nasab  ( َ  ), Khofad ( ِ  ), dan tidak Jazm ( ْ ). Contoh-contohnya adalah sebagai berikut :

1)      I’rob Rofa’ Contohnya :

زيد قائم ،

اللهُ الصّمدُ

Allah  tempat meminta segala sesuatu. (QS. Al Ikhlash : 3).

2)      I’rob Nasab Contohnya :

رايت زيدا ،

وارسل عليهم طيرا ابا بيل

Dan dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbonding-bondong. (QS. Al Fil : 3)

3)      I’rob Khofad Contohnya :

كتبت بالقلمِ ,

ومن الناس من يقولُ امنّا باللهِ وباليومِ الاخرِ وماهم بمؤمنين .

Dan diantara manusia ada yang berkata : “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir”, padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. (QS. Al Baqoroh : 8)

 2. I’rob pada Kalimah Fi’il.

I’rob  pada kalimah fi’il adalah  rafa’   ( ُ  ), nasab  ( َ  ), Jazm ( ْ ).  dan tidak Khofad ( ِ  ). Contoh-contohnya adalah sebagai berikut :

1)      I’rob Rofa’ Contohnya :

يعرفُ ، ينصرُ

ومن الناس من يقولُ امنّا باللهِ وباليومِ الاخرِ وماهم بمؤمنين .

Dan diantara manusia ada yang berkata : “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir”, padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. (QS. Al Baqoroh : 8)

2)      I’rob Nasab Contohnya :

لن يعرفَ

ايحسب ان لن يقدر عليه احد

Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya?. (QS. Al Balad : 5)

3)      I’rob Jazm Contohnya :

لم يقرأْ ، لم يعلمْ

لم يلدْ ولم يولدْ

Allah tidak beranak dan tidak pula dperanakan. (QS. Al Ikhlash : 3)

B.       MABNI  (  المبنى  )

1.      Pengertian Mabni

Mabni secara bahasa mengandung arti  الخفى   = samar

وضع الشيئ على الشيئ يراد بها ان يثبت    = menyimpan suatu hal terhadap suatu hal yang lain supaya hal tersebut menetap.

Mabni secara istilah dapat dilihat dari berbagai pandangan, diantaranya :

Menurut pandangan ahli qiroat bahwa mabni adalah  لحنة اللسان

Menurut ahli m’ani bahwa mabni adalah     تقييد الكلام

Menururt ahli Nahwu dalam hal ini menurut Imam Ibnu Malik bahwa mabni adalah :

 ما يُشبه الحرف  = taat pada yang menyerupai haraf.

Menurut Syeh Sonhaji bahwa mabni adalah    لزوم اواخر الكلمة حالة واحد ة

Yakni tidak berubahnya akhir kalimah, seperti Isim Isyarah, Isim Mausul, Isim Dhomir Contoh :

هذا, هذه, هنا ،  الذى, ألذين, التى,  هو, هما, هم, انت, انا, نحن

2.      Macam-macam Kalimah yang Mabni

1. Kalimah Isim

Dalam Kitab Alfiyah disebutkan :

والاسم منه معرب ومبنى لشبه من الحروف مدنى

Adapun isim itu daripadanya ada yang murob dan ada yang mabni. (yang mabni, ialah) karena dekat sekali menyerupai huruf, yaitu :

كالشبه الوضعى فى اسمى جئتنا والمعنوى فى متى وفى هنا

1)   Seperti yang menyerupai huruf dalam bentuknya (yaitu sehuruf atau dua), sedangkan bentuk isim paling sedikit harus tiga huruf, seperti :   قلم, زيد .

Contoh yang mabni : ta dhomir ( ت  ) = sehuruf, naa dhomir (نا   ) = dua huruf.

2)   Yang menyerupai huruf dalam artinya, seperti lafazh : هل, متى, ان

Mataa, menyerupai hamzah istifham, seperti :

متى تقوم الساعه ؟

Mataa, menyerupai in syarat, seperti :

متى تقم اقم

Hunaa Isim Isyarah. Meskipun tidak ada huruf  isyarah, akan tetapi alat penunjuk isyarah itu seharusnya dengan huruf, bukan dengan isim, yaitu isytibah fil-ma’na.

2. Kalimah Fi’il

Dalam Kitab Alfiyah disebutkan :

وفعل امر ومضى بنيا وأعربوا مضارعا ان عريا

Adapun fi’il amar dan fi’il madi itu dimabnikan selamanya dan para ulama mengi’robkan kepada fi’il mudhori kalau kosong dari :

من نون توكيد مباشر ومن نون اناث كيرعن من فتن

“(kosong) dari nun-taukid yang bertemu dengan fi’ilnya dan dari nun jama’ muanats, seperti lafzh  يرعن من فتن = mengejutkan wanita-wanita itu kepada orang yang difitnah.

Maksudnya :

  1. Fi’il madi dan amar itu selalu dimabnikan
  2. Fi’il mudhori dimurobkan dengan syarat  harus kosong dari :

Nun Taukid yang bertemu dengan fi’il mudorinya/tidak terhalang oleh alif dhomir  dan sebagainya, contoh :

لتنصرن, لتنصرن,   ini mabni. Kalau antara fi’il mudhori dan nun taukid itu terhalang, baik penghalangnya itu nampak/dhohir seperti :  لتنصران, لتفعلان  maupun ditakdirkan, seperti :  لتفلن,  لتفلن

Maka fi’il mudhori terakhir ini adalah murob, yaitu tanda rofa’ nya dengan nun yang dibuang sebab ada beberapa nun yang berturut-turut (Iltiqo-ussakinen) seperti lafazh :  لتنصرن,  لتضربن  asalnya لتنصروننن .

Kosong dari nun jama muanats, nun jama muanats ini selamnya bertemu dengan fi’ilnya karena fi’ilnya selalu dimabnikan, seperti :

لينصرن,  ليضربن

3. Haraf

Dalam Kitab Alfiyah disebutkan :

وكل حرف مستحق للبنا والاصل فى المبنى ان يسكنا

Adapun semua haraf itu selamanya berhak mabni dan adapun asalnya bagi lafzh mabni itu (baik isim, fi’il atau haraf), ialah “sukun”, kecuali ada sebab udzur/ kesulitan, seperti karena wajan, dsb. Maka diperbolehkan dengan selain sukun sebagaimana yang akan diterangkan dalam baet ini :

منه ذو فتح وذوكسر وضم كأين أمس حيث والساكن كم

Dari sebagian lafazh-lafazh yang dimabnikan, ada yang mabni fatah, mabni kasroh atau dhomah, seperti :   حيث امس اين  dan sukun, ialah :     كم

Maksudnya :

  1. Adapun sebabnya lafazh “aina” dimabnikan padahal isim ialah kerena menyerupai haraf, yaitu menyerupai hamzh istifham atau “in” syarat. Dimabnikan dengan fatah, sebab sulit kalau dimabnikan dengan sukun.
  2. Adapun sebab lafazh “amsi” dimabnikan padahal isim ialah karena mengandung arti “al-ta’rif” sebab artinya menunjukan khusus kemarin. Kecuali kalau lafazh “amsi”  diberi tanwin atau al, maka artinya tidak khusus kemarin melainkan hari sebelum hari ini.3
  3. Adapun sebab lafazh “haetsu” dimabnikan padahal isimbzhorof-makan, ialah karena lafazh “haetsu” itu menyerupai haraf dalam segi selalu membutuhkan kalimah lain dan kalimah lain itu biasanya dengan jumlah ismiyah atau fi’liyah. Llafazh “haetsu” menjadi mudof dan jumlah itu menjadi mudop ilehnya, seperti :

من حيث جاء زيد   ومن حيث زيد قائم

Akan tetapi  jarang diidopatkan kepada isim mufrod seperti :

النحو علم يعرف به احوال اواخر الكلم من حيث الاعراب والبناء

  1. Adapun sebab lafazh “kam” dimabnikan ialah karena suka mengandung arti hamzah istifham dan hurufnya hanya dua seperti :

بكم درهم اشتريت هذا

BAB III

KESIMPULAN

 

  1. Fiil dilihat dari segi waktu terbagi kepada tiga bagian yaitu fiil madi, fiil moderi dan fiil amar.
  2. Fi’il itu dapat diketahui dengan adanya ciri-ciri sebagai berikut : Kod, sin, saopa, dan ta’tanis yang sukun, dhomir marfu dan ya mu’anas mukhotobah .
  3. Mu’rob adalah  اخلة عليها لفظا او تقديرا    تغيير اواخرالكلم لاختلاف العوامل الد
  4. I’rob itu terdiri dari empat macam yaitu rafa’, nasab, Khofad, dan Jazm. Perlu diketahui bahwa keempat alamat tersebut mempunyai tanda asli dan tanda pengganti
  5. Mabni adalah لزوم اواخر الكلمة حالة واحد ة Yakni tidak berubahnya akhir kalimah, seperti Isim Isyarah, Isim Mausul, Isim.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Abdullah Bin Daud As Shonhaji, Matan Jurmiyah,Sadiyatu Putra, Jakarta
  2. H. Moch. Anwar, Tarjamah Matan Alfiyah,  Al Maarif.
  3. Al-Qur’an dan Terjemahannya, CV. Dipenogoro, Bandung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

abdulhamid72blog

Hidup itu Perlu Perjuangan

%d blogger menyukai ini: