Bahasa Arab : Dhorof Zaman dan Dhorof Makan

DHOROF ZAMAN DAN DHOROF MAKAN

Oleh : Abdul Hamid

ظَرْفِ اَلزَّمَانِ وَظَرْفِ اَلْمَكَانِ

Sebelum menjelaskan tentang ظَرْفِ اَلزَّمَانِ وَظَرْفِ اَلْمَكَانِ secara rinci kita fahami dulu istilah yang digunakan yang ada kaitannya dengan dhorof. Dalam Kitab Al Fiah bahwa dhorof itu bisa disebut dengan Maf’ul Fiih, hal ini dikarenakan didalamnya menyimpan makna “Fii”. الْمَفْعُولُ فِيْهِ وَهُوَ الْمُسَمَّى ظَرْفَاً

            Dhorof dibagi menjadi Dua macam:

A.      Dhorfu Zaman (الظَّرْفُ الزَّمَانُ)

Dalam kitab Jurmiyah dikatakan bahwa  ظَرْفِ اَلزَّمَانِ ِ adalah :

ظَرْفُ اَلزَّمَانِ هُوَ اِسْمُ اَلزَّمَانِ اَلْمَنْصُوبُ بِتَقْدِيرِ “فِي” نَحْوَ اَلْيَوْمِ, وَاللَّيْلَةِ, وَغَدْوَةً, وَبُكْرَةً, وَسَحَرًا, وَغَدًا, وَعَتَمَةً, وَصَبَاحًا, وَمَسَاءً, وَأَبَدًا, وَأَمَدًا, وَحِينًا وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ.

Dhorof  zaman adalah

اسم زمان الذى يقع فيه الحدث المنصوب بتقدير في

Isim zaman yang dinasabkan yang jatuh padanya pekerjaan serta menakdirkan fii (pada/dalam).

Beberapa Dhorof Makan dapat Anda lihat di tabel berikut:

No

Dhorfu Zaman

Cara Membaca

Arti

1

قَبْلَ

Qobla

Sebelum

2

بَعْدَ

Ba’da

Sesudah

B.       Dhorfu Makan (الظَرْفُ الْمَكَانُ)

Dalam kitab Jurmiyah dikatakan bahwa  ظَرْفِ اَلزَّمَانِ ِ adalah :

وَظَرْفُ اَلْمَكَانِ هُوَ اِسْمُ اَلْمَكَانِ اَلْمَنْصُوبُ بِتَقْدِيرِ “فِي” نَحْوَ أَمَامَ, وَخَلْفَ, وَقُدَّامَ, وَوَرَاءَ, وَفَوْقَ, وَتَحْتَ, وَعِنْدَ, وَمَعَ, وَإِزَاءَ, وَحِذَاءَ, وَتِلْقَاءَ, وَثَمَّ, وَهُنَا, وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ.

Dhorof  makan adalah

اسم مكان الذى يقع فيه الحدث المنصوب بتقدير في

Isim makan yang dinasabkan yang jatuh padanya pekerjaan serta menakdirkan fii (pada/dalam).

Beberapa Dhorof Makan dapat Anda lihat di tabel berikut:

No

Dhorof Makan

Cara Membaca

Arti

1

أَمَامَ

Amaama

Di Depan

2

وَرَاءَ

Waroo a

Di Belakang

3

جَانِبَ

Janiba

Di Samping

4

عَلَي

‘ala

Di Atas (nempel)

5

فَوْقَ

Fauqo

Di Atas (Tidak Nempel)

6

تَحْتَ

Takhta

Di Bawah

7

بَيْنَ

Baina

Di Antara

 

Jadi kalau isim zaman atau isim makan yang tidak menyimpan arti fii, maka bukan dhorof, seperti berikut ini :

  1. Isim zaman  atau makan yang dijadikan mubtada atau khobar, seperti :

مجلسك مجلس حسن

يوم الجمعة يوم المبارك

  1. Isim zaman atau makan yang dijarkan, seperti :

جلست فى مجلسك

سرت فى يوم الاحد

  1. Isim zaman atau makan yang dijadikan maf’ul, seperti :

علمت مجلسك

  1. Isim zaman atau makan yang tidak biasa menyimpan arti fii, melainkan hanya sewaktu-waktu saja, seperti :

ذهبت مكة

ذخلت الدار

Walaupun dinasabkan, bukan dhorof dan sebaliknya memakai huruf jar.

فانصبه بالواقع فيه مضهرا     كان والافانوه مقدرا

Maka harus menasabkan kamu kepada dhorof dengan amil yang berada  padanya yang didhohirkan. Kalau tidak dhhohir maka harus menakdirkan kamu kepada amil yang dikira-kirakan.

 

Maksudnya :

  1. Amil yang menasabkan dhorof itu ada yang dhohir dan ada yang ditakdirkan.
  2. Amilnya itu adakalanya terdiri dari fi’il, seperti :

رايت زيدا يوم الجمعة امام الدار

Atau dengan masdar, seperti :

عجبت من نظرى زيدا يوم الجمعة

Atau dengan isim sifat, seperti :

انا ناظر زيدا يوم الجمعة امام المسجد

  1. Amil yang dibuang itu adakalanya  :
    1. Jawaz, seperti karena menjadi jawaban :

متى جئت؟ يوم الجمعة

  1. Wajib dibuang yaitu ketika :

1)      Dhorofnya menjadi sifat, seperti :

مررت برجل عندك

2)      Dhorofnya menjadi silah mausul, seperti :

جاءالذى عندك

3)      Dhorofnya menjadi hal, seperti :

رايت زيدا امامك

4)      Dhorofnya menjadi khobar, seperti :

ظننت زيدا عندك  زيد عندك

Adapun amilnya sebagai berikut :

  1. Kalau padaselain  silah mausul dengan lafazh

كائن ، مستقر استقر

  1. Kalau pada silah mausul, dengan lafazh    استقر  sebab silah mausul itu harus jumlah fi’liyah.

 

Adapun isim-isim yang suka dijadikan dhorof adalaha :

وكل وقت قابل ذاك وما         يقبله المكان الا مبهما

نحوالجهات والمقاديروما       صيغ من الفعل كمرمى من رمى

  1. Adapun setiap isim waktu/zaman, menerima dijadikan dhorof, baik :
    1.  yang mubham, seperti :

سرت ساعة اولحظة

  1. yang ditahsisi dengan sifat, seperti :

سرت يوما واحدا

  1. Yang ditahsisi dengan adad, seperti :

سرت يومين

 

  1. Tidak menerima isim makan menjadi dhorof, kecuali harus :
    1. Mubham, seperti :

خلف ، امام ، تحت ، فوق

جلست امام ابيك

  1. Arti ukuran, seperti :

متر ، ميل ، فرسخ

سرت ثلاثة اميال

  1. Isim yang disegat dari fi’ilnya seperti :

مرمى  dari     رمى  ,  مجلس dari      جلس  serta amilnya dari fi’ilnya seperti :
جلست مجلس زيد

kalau amilnya bukan dari fiilnya, mesti dijarkan dengan fii, seperti :

جلست فى مرمى زيد

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Abdullah Bin Daud As Shonhaji, Matan Jurmiyah,Sadiyatu Putra, Jakarta
  2. H. Moch. Anwar, Tarjamah Matan Alfiyah,  Al Maarif.
  3. Al-Qur’an dan Terjemahannya, CV. Dipenogoro, Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

abdulhamid72blog

Hidup itu Perlu Perjuangan

%d blogger menyukai ini: